Kita tidak berhenti menjelaskan kebenaran, walaupun kebanyakan orang tidak menerimanya.
(Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan).
.
Dari Abu Dzarr رضي الله تعالىٰ عنه berkata,
"Kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku untuk melakukan beberapa amalan mulia, beliau ﷺ mewasiati aku untuk tidak takut menghadapi celaan orang yang suka mencela dalam melakukan segala sesuatu karena Allah سبحانه و تعالىٰ , dan beliau ﷺ mewasiati aku agar selalu berkata benar sekalipun pahit."
(Shahiih, HR. Ibnu Hibbaan, no. 2041).
Ads
Sabtu, 12 Januari 2019
Januari 12, 2019
WCD
celaan, jangan takut, kebenaran
No comments
Jumat, 14 Desember 2018
Desember 14, 2018
WCD
kebenaran, sampaikan, semangat
No comments
Bila hari ini orang orang yang engkau sayangi belum tersentuh hidayah...maka teruslah berusaha menyampaikan dgn lembut dan teruslah berdoa.
.
Sekali engkau menyampaikan..maka ia menolak, maka bersabarlah.
.
Kedua kalinya engkau menyampaikan...maka ia masih membantah juga,maka bersabarlah.
.
Ketiga kalinya engkau menyampaikan...maka ia masih belum tersentuh juga...maka bersabarlah.
.
Kita tidak pernah tau kapan dan dimana ia akan mendapatkan hidayah.
.
Bisa jadi saat ia mendapatkan masalah, ia ingat akan semua nasehatmu.
.
Bisa jadi..saat ia mau tidur ,ia teringat pesan pesan halus dakwahmu.
.
Bisa jadi..saat ia sedang dijalan bermacet macetan, ia pun ingat semua kata katamu.
.
Dan disaat itulah hidayah Allah terkadang menuntunnya untuk segera bertaubat dan berhijrah.
Maka tidak perlu terburu buru ketika berdakwah..karna tidak semua orang langsung bisa tersentuh dengan penyampaian kita.
.
Dan Allah lah yang memberikan hidayah...sejatinya kita hanya berusaha menyampaikan tanpa pemaksaan.
.
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”. [Al Qashash/28 : 56]. .
Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi hidayah”. [Ar Ra‘d/13 : 7].
.
Kamis, 01 Februari 2018
Februari 01, 2018
WCD
Ahmad, bersumpah, Hadits, kebenaran, Rasulullah
No comments
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Numair telah menceritakan kepada kami Ubadah bin Muslim telah menceritakan kepadaku Yunus bin Khabbab dari Sa'id Abu Al Bakhtari dari Abu Kabsyah Al Anmari ia berkata,
"Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga hal yang aku bersumpah (akan kebenarannya), dan aku akan mengkisahkan suatu hadits kepada kalian, maka hafalkanlah."
Beliau melanjutkan bersabda: "Tiga hal yang aku telah bersumpah akan kebenarannya adalah; harta seorang mukmin tidak akan berkurang lantaran sedekah. Tidaklah seorang hamba dizhalimi dengan suatu kezhaliman lalu ia bersabar atasnya, kecuali Allah 'azza wajalla akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu untuk meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.
Adapun yang akan saya kisahkan kepada kalian, maka hafalkanlah." Beliau bersabda: "Sesungguhnya permisalan dunia itu tergambar pada empat macam orang; pertama, seorang hamba yang diberi harta dan ilmu, kemudian dengan harta itu ia bertakwa kepada Rabbnya, menyambung silaturrahi dan ia mengetahui hak di dalam hartanya.
Maka inilah kedudukan yang paling utama. Kedua, hamba yang diberi karunia ilmu oleh Allah 'azza wajalla namun ia tidak diberikan harta. Kemudian ia berkata, 'Sekiranya saya memiliki harta, niscaya saya akan beramal sebagaimana amalan si Fulan.' Maka ganjaran pahala keduanya adalah sama." Kemudian beliau melanjutkan: "Ketiga, seorang hamba yang diberi karunia harta oleh Allah 'azza wajalla namun tidak diberi ilmu, kemudian ia menggunakan hartanya dengan tanpa ilmu. Ia tidak bertakwa kepada Rabb-nya 'azza wajalla, tidak menyambung silaturrahmi dan tidak mengetahui hak Allah yang terdapat di dalam hartanya.
Ini adalah kedudukan yang paling buruk. Keempat, hamba yang tidak dikaruniai harta oleh Allah dan tidak pula ilmu, kemudian hamba itu pun berkata, 'Sekiranya saya memiliki harta, niscaya saya akan beramal sebagaimana amalan si Fulan.'" Beliau bersabda: "Itulah niatnya. Maka dosa keduanya pun akan sama."
HR. Ahmad
Selasa, 30 Januari 2018
Januari 30, 2018
WCD
agama, aulia Izzatunisa, islam, kebenaran
No comments
Islam Itu Yang Benar☝
Ada yang memiliki hanya kepercayaan saja, tidak sampai derajat agama, tapi tetap saja berkata "apa yang saya yakini itu yang paling benar", dia bangga walau salah
Ada yang mempunyai hanya ideologi buatan manusia saja, dan tidak punya tuntunan akhirat, tapi berkata, "inilah sistem yang paling baik", dia bangga walau sesat
Anehnya, malah ada yang mengaku Muslim, tapi malah minder dengan Islamnya, lalu bilang "Allah tidak melihat agama, yang penting baik dalam hidup". Wow
Memang sekarang zamannya orang kelihatan berilmu tapi sesat dan menyesatkan, bahkan pemahaman tauhid saja tidak ajeg, walau bergelar panjang dan banyak
Padahal dalam ilmu tauhid, dasarnya jelas kalimat "Laa ilaaha illa Allah". Tiada sesembahan, tiada tuhan, selain hanya Allah saja, satu-satunya tiada serikat baginya
Lalu bagaimana mungkin menganggap ada kepercayaan lain atau ideologi lain yang sama benarnya seperti Islam? Padahal Allah sudah tegaskan, hanya Islam yang Dia ridhai
Dan bila keimanan dan ke-Islaman itu tidak penting, lalu untuk apa Rasulullah dan para sahabat berdakwah dan berjuang, didera, disiksa dan diboikot sebab Islam
Lalu untuk apa Allah menyampaikan klasifikasi manusia dalam Al-Quran? Ada yang beriman ada yang kafir, ada yang beroleh surga dan ada yang beroleh neraka
Lalu untuk apa Allah turunkan Al-Quran bila semua manusia boleh menentukan standar baik sendiri-sendiri? Bukankah Al-Quran itu petunjuk dan pembeda bagi kita
Manusia memang sama dihadapan Allah, sama-sama hamba-Nya, akan tetapi Allah sampaikan dalam Al-Quran, ada yang beriman ada yang kafir, yang manakah kita?
Perbuatan baik memang sama-sama manfaat, siapapun yang melakukannya, tapi Allah sampaikan juga pada kita, ada yang amalnya sampai akhirat ada yang hanya di dunia
Percayalah, sesalih apapun tampilannya, sepanjang apapun gelarnya, seterkenal dan apapun judulnya. Bila ada yang mengatakan semua agama sama, dia sedang mabuk
Rasulullah saja yang dijamin masuk surga, belajarnya langsung dari Jibril, kekasih Allah, banyak ibadah dan amal salihnya, bahkan tidak pernah mengatakan yang begitu
Anda? Bukan Nabi bukan Rasul, surga belum pasti, amal masih keteteran, ibadah masih berantakan, hisab juga menegangkan, lalu bilang semua agama sama, Anda siapa? Anda sehat????
Jumat, 19 Januari 2018
Januari 19, 2018
WCD
kebenaran, Rasulullah
No comments
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ishaq berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Mubarak dari Usamah bin Zaid dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata; Ditanyakan kepada Rasulullah Salallahu 'Alaihi wa sallam; "wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau bercanda dengan kami, " maka beliau beliau bersabda: "Sesungguhnya aku tidak mengatakan kecuali kebenaran."
HR. Ahmad

