Ads

Tampilkan postingan dengan label diam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2018


Jangan kesenengan kalo ada temen yang jodohin kamu buat pacaran, Karena artinya mereka sedang menjerumuskan.
.
Jangan kesenengan ya dear kalo ada yg nyomblang2in gtu.. Ngepromot kamu k teman2 lawan jenis, atau melancarkan hubungan tak halalmu sama si dia.
.
Dukungan dalam pelanggaran syariat adalah menjerumuskan. Karena sebenernya, kamu dalam bahaya! Kamu sedang melewati batas-batas syariat yang memancing murka-Nya. Tapi gaada yg bilang "STOP" malah didukung dengan bilang "TANCAP HABIS!" ⛔
.
Dear buat para sahabat, jangan gaenakan untuk menyampaikan kebenaran. Karena jika kita mendiamkannya/mendukungnya, sama saja kita membiarkan bahkan mendorong mereka kepada siksa neraka.
.
Nah loh.. Siapa disini yg masih mendiamkan?
Jangan-jangan.. Kita yang termasuk #SahabatJahat 😢
Inget ya dear, bagi kamu yg sudah tau pacaran itu tidak boleh namun kamu mendiamkan temanmu melakukan itu, maka di akhirat mereka akan meminta pertanggungjawaban darimu, dan kalian akan bermusuhan sebab ketidakpedulian di hari perhitungan.
.
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa".”(QS. az-Zukhruf [43]: 67)
.
Mudah2an kita saling mendukung dalam ketaatan, dan saling mengingatkan dalam kemungkaran. Uhibbukum fillah shalihah 😘
.
Tag sahabatmu sebanyak-banyaknya 😇
.
#SahabatJahat

Jumat, 12 Januari 2018

Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya sesama muslim lebih dari tiga hari.

(HR. Muslim)


Rabu, 03 Januari 2018

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman pada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berbuat baik terhadap tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berbicara baik atau diam."

(HR. Ibnu Majah)

IG : @islam_nasehat
Blog : www.islam-nasehat.tk


Senin, 23 Oktober 2017

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
”Seseorang mati karena tersandung lidahnya
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Ibnu Hajar menjelaskan, “Ini adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan. Karenanya, perkataan itu boleh diungkapkan sesuai dengan isinya. Segala perkataan yang berorientasi kepadanya (kepada hal wajib atau sunnah) termasuk dalam kategori perkataan baik. (Perkataan) yang tidak termasuk dalam kategori tersebut berarti tergolong perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan. Oleh karena itu, orang yang terseret masuk dalam lubangnya (perkataan jelek atau yang mengarah kepada kejelekan) hendaklah diam.” (lihat Al-Fath, 10:446)

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).”

Wallahuāllam.


Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Bahaya Memberi Nafkah Haram Dari Riba

Menafkahi anak dari hasil yang haram merupakan sebuah tindakan durhaka yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak. Nafkah yang haram ialah ...

Ads

Label

Ads

Popular Posts